Cari Blog Ini

Kamis, 11 Februari 2021

Cara memperbarui Microsoft Office Word Berbagai Versi

 

Cara memperbarui Ms. Word Berbagai Versi (2007/2010/2013/2016/2019)

Oleh: Jefri A. Petrus

Bagaimana tampilan Microsoft Wordmu? Apakah masih versi lawas ataukah sudah diperbarui ke versi terbaru?

Ayo mari mengeceknya sekarang. Begini caranya:









Buka Ms. Office Word, pilih Akun. Jika Anda tidak bisa melihat Akun, silakan klik File, lalu klik Help (Bantuan) atau Account (Akun).


JefriPetrus.Picture

Dalam Account (Akun) atau Help (Bantuan), di sebelah kanan akan muncul versi lengkap Microsoft Office-nya seeprti dalam tampilan gambar di atas. Apapun versinya, akan muncul dan tertulis lengkap pada bagian itu. Kebetulan di sini saya menggunakan Office 365 maka versi yang tetulis dalam gambar di atas adalah Microsoft 365.

Setelah mengetahui versi Office-nya, maka sekarang tinggal memperbaruinya. Mengapa kita permu memperbarui/meng-update Office kita? Jawabannya dalah agar kita bisa menikmati berbagai fitur canggih yang tersedia di dalam versi terbaru. Kita akan merasakan berbagai manfaat terutama dalam performa dan kecepatan. Selain itu, dengan melakukan pembaruan, kita juga bisa terbantu dalam memperbaiki kelemahan pada sistem keamanan yang ada pada Office versi sebelumnya. Perbaikan sistem keamanan akan mencegah terjadinya ancaman malware, virus, ataupun program yang tidak dikenal.

Berikut ini adalah langkah-langkah pembaruannya:


1.    Cara Update Microsoft Word 2007

Pengguna Microsoft Office versi 2007 bisa melakukan update melalui Microsoft Word. Berikut adalah tata cara update Microsoft Word.

1.     Buka Microsoft Word 2007.

2.    Buat dokumen baru.

3.    Pilih menu Word Option dan klik.

4.    Setelah mengeklik Word Option, klik menu Resources.

5.     Setelah mengeklik Resources, klik Check For Updates.

2.    Cara Update Microsoft Office Word 2010

Pengguna Microsoft Office versi 2010 juga bisa meng-update aplikasinya. Urutan langkahnya adalah sebagai berikut:

1.     Buka Microsoft Word 2010.

2.    Buat dokumen baru.

3.    Pilih menu File dan klik menu Help.

4.    Cari menu Check For Update.

5.    Klik pembaruannya.

6.     Aplikasi akan di-update setelah diinstal.

3.    Cara Update Microsoft Word 2013

Jika Anda belum pernah melakukan update Microsoft Office 2013, Anda bisa melakukannya secara manual. Caranya pun cukup mudah. Anda tinggal mengecek update Microsoft Office melalui Microsoft Word. Berikut ini merupakan urutan langkah-langkahnya.

1.     Buka Microsoft Word 2013.

2.    Buka dokumen baru di Word.

3.    Buka menu File dan klik menu Account (akun).

4.    Pada menu Product Information (Informasi Produk), pilih menu Update Option (Opsi Pembaruan).

5.    Klik Menu Update Now (Perbarui Sekarang).

6.     Microsoft Office akan di-update ke versi yang terbaru.

4.    Cara Update Microsoft Office Word 2016

 Pada dasarnya cara update Microsoft Office 2016 hampir sama meng-update Office versi 2007, 2010, dan 2013. Berikut ini merupakan urutan caranya.

1.     Buka Microsoft Office 2016.

2.    Buat dokumen baru di Word.

3.    Cari menu File dan klik.

4.    Pilih menu Account (akun) dan masuk ke akun tersebut.

5.    Pilih Product Information (Informasi Produk) dan lakukan Update Option atau opsi pembaruan.

6.    Microsoft Office akan di-update ke versi terbaru setelah setelah diinstal.

Jika ingin mengaktifkan Word, tetapi muncul pemintaan untuk memasukkan untuk memasukkan Product Key, silakan masukkan Produck Key yang telah Anda miliki. Jika Anda tidak memiliki Product Key yang diminta, maka hanya ada satu cara untuk menyelamatkan Anda dari musibah ini yaitu Anda harus menggunakan jasa pihak ketiga. Pihak ketiga yang saya masksudkan di sini adalah sebuah software tambahan yang harus Anda unduh dari internet kemudian menginstalnya di PC/laptop Anda. Nama aplikasi itu adalah KMSpico, KMS Auto Lite, atau lainnya. 

5.    Cara Update Microsoft Word 2019

Pembaruan Microsoft Office biasanya akan muncul bersamaan dengan pembaruan program Windows. Namun, Anda juga bisa melakukan pembaruan secara manual.

Caranya adalah dengan memeriksa update melalui fitur atau aplikasi yang ada di Microsoft Office. Anda juga bisa menggunakan Microsoft Word.

Dengan memeriksa update di Word, Anda bisa langsung mengunduh update Microsoft Office dan menginstalnya.

Caranya pun cukup sederhana. Berikut ini merupakan urutan cara meng-update Microsoft Office 2019 ke versi yang terbaru.

JefriPetrus.Picture

1.     Jalankan aplikasi Microsoft Word 2019.

2.    Buka dokumen baru.

3.    Klik menu File.

4.    Pada backstage Word 2019, pilih dan klik menu Account.

5.    Setelah Account diklik, pilih Product Information.

6.    Kemudian, pilih Update Options dan klik.

7.    Pada pilihan daftar yang tersedia, pilih atau klik Update Now

8.   Microsoft Office akan mengecek pembaruan dengan memunculkan jendela Office.

9.    Jika update tersedia, Microsoft Office akan langsung men-download

10. Setelah proses download pembaruan selesai, Microsoft Office akan langsung melakukan penginstalan di dalam PC Anda.

11.   Tutup aplikasi Microsoft Office yang sedang berjalan.

12.  Klik Continue untuk melanjutkan proses update yang tertunda.

13.  Setelah proses update selesai, update akan diinstal.

14.  Klik tombol Close setelah menyelesaikan penginstalan

Inilah cara melakukan pembaruan/udating berbagai versi Microsoft Office Word. Apabila Anda telah mengikuti langkah-langkah pembaruan di atas dengan benar, saya jamin Anda pasti tidak akan tersesat. 😁

Oh, ya, hingga saat ini, pembaruan Office yang paling mutakhir adalah Office 365. Oleh karena itu, jika Anda menginginkan tampilan Office yang paling keren dan canggih sebaiknya langsung saja memperbarui Office Anda dengan Office 365. Salah satu kelebihan Office 365 adalah Anda akan diberikan ruang penyimpanan awan sebanyak satu tera. SATU TERA meeeeeeennnnnnn ....... itu tak sebanding dengan ruang penyimpanan Laptop Anda yang hanya 500 GB. Artinya dengan menginstal Office 365, Ada akan memiliki total penyimpanan 500 GB dari Laptop Anda PLUS 2x500 GB dari ruang penyimpanan awannya Office 365 itu sendiri. Jadinya 1,5 Tera meeeeennnnnnnn...... Gila kan? hehe.....

Selamat mencoba!

Yakin Pasti Bisa! 😊😊




















Dalam Account (Akun) atau Help (Bantuan), di sebelah kanan akan muncul versi lengkap Microsoft Office-nya seeprti dalam tampilan gambar di atas. Apapun versinya, akan muncul dan tertulis lengkap pada bagian itu. Kebetulan di sini saya menggunakan Office 365 maka versi yang tetulis dalam gambar di atas adalah Microsoft 365.

Setelah mengetahui versi Office-nya, maka sekarang tinggal memperbaruinya. Mengapa kita permu memperbarui/meng-update Office kita? Jawabannya dalah agar kita bisa menikmati berbagai fitur canggih yang tersedia di dalam versi terbaru. Kita akan merasakan berbagai manfaat terutama dalam performa dan kecepatan. Selain itu, dengan melakukan pembaruan, kita juga bisa terbantu dalam memperbaiki kelemahan pada sistem keamanan yang ada pada Office versi sebelumnya. Perbaikan sistem keamanan akan mencegah terjadinya ancaman malware, virus, ataupun program yang tidak dikenal.

Berikut ini adalah langkah-langkah pembaruannya:

Cara Update Microsoft Word 2007

Senin, 08 Februari 2021

Cara Menambahkan Audio ke Presentasi PowerPoint

 

Menambahkan Audio ke Presentasi PowerPoint

 

Shalom. Salam jumpa di blog sederhana saya ini …

Kali ini saya akan membagikan sedikit tutorial tentang bagaimana menambahkan audio ke presentasi PowerPoint Bapak/Ibu sekalian . 

Tutorial ini merupakan lanjutan dari tutorial sebelumnya yang telah membahas tentang bagaimana membuat video pembelajaran dengan memanfaatkan slideshow PowerPoint. Bapak/Ibu bisa membacanya di sini.

Menggunakan audio dalam presentasi PowerPoint dapat membantu kita dalam memberikan penjelasan kepada orang banyak. Selain itu, audio yang kita masukkan juga akan berguna untuk membantu audiens kita untuk tetap fokus pada materi dan menambah semangat para audiens kita, asalkan audio tersebut diatur secara baik dan benar. Jangan sampai justru audio yang kita pasang malah merusak mood dan mengacaukan konsentrasi belajar audiens kita.

Yuk. Langsung saja tutorialnya yaaa….

Langkah pertama: silakan Bapak/Ibu membuka presentasi PowerPointnya. Untuk tutorial ini saya hanya akan menggunakan satu slide saja karena cara ini akan digunakan secara berulang untuk slide-slide berikutnya.


Langkah kedua: Setelah presentasi Powerpoint Bapak/Ibu terbuka seperti gambar di atas, silakan klik menu Insert – kemudian klik Audio (di sebelah kanan). Akan muncul dua pilihan seperti dalam gambar, yaitu Audio on my PC dan Record Audio.

Langkah ketiga: Jika Bapak/Ibu klik Audio on My PC maka Bapak/Ibu akan diarahkan untuk megambil/memasukkan audio dari komputer Bapak/Ibu seperti ini (lihat gambar di bawah).

Catatan: jika Bapak/Ibu memilih untuk menggunakan cara ini  (Audio on My PC) saja, maka setelah langkah ketiga ini Bapak/Ibu bisa langsung saja membaca lanjutan tutorialnya di langkah kelima di bawah. Jika Bapak/Ibu memilih untuk merekam suara secara langsung (Record Audio), silakan baca Langkah keempat saja.


Kemudian silakan Bapak/ibu memilih audio yang diinginkan dari penyimpanan di laptop, lalu klik Insert. Hasilnya akan seperti gambar di bawah ini (kotak merah).



Perhatikan bahwa sebagian besar format trek audio dapat digunakan (format .wav, .wma, .mp3, .midi, dll).

Langkah keempat: Sedangakan jika Bapak/Ibu klik Record Audio berarti Bapak/Ibu akan diarahkan untuk merekam langsung suara Bapak/Ibu untuk nantinya disimpan ke dalam slide Bapak/ibu. (seperti gambar di bawah ini 👇)

Silakan Bapak/Ibu klik tombol warna merah untuk mulai merekam. Jika telah selesai silakan tekan Ok. Maka hasilnya akan seperti gambar di bawah ini.


Silakan klik logo spiker maka menu Playback (untuk pengaturan audio) akan muncul di bagain atas layar.

Langka kelima: Bagi pengguna Office 365, Office 2019, dan Office 2016 (Office 2013???), setelah file audio terinput maka tampilan menu editing untuk audionya juga akan otomatis muncul pada bagian atas layar (di ujung kanan menubar: Playback).


Sedangkan bagi pengguna Office 2013 (?) dan 2010 tampilannya sedikit berbeda. Menu editing (playback) untuk audionya baru akan muncul apabila logo spiker diklik.


Bapak/Ibu bisa menggeser logo spiker yang berada tepat di tengah lembar kerja itu ke bagian mana saja apabila Bapak/Ibu merasa terganggu dengan keberadaannya. Caranya tinggal klik kiri mouse pada logo spiker lalu seret ke bagian pinggir lembar kerja atau ke bagian mana saja yang dikehendaki.

Langkah Keenam:  Selanjutnya tinggal bapak/ibu bermain-main dengan pengaturan audio yang terdapat pada menu Playback tersebut.

Berikut ini saya coba jelaskan beberapa submenu pengaturan yang penting dan mendasar pada menu Playback:

Trim Audio                         : untuk memotong audio

Fade In                                : untuk mengatur awal masuk Audio

Fade Out                             : untuk mengatur akhir keluar Audio

Hide During Show            :untuk mentembunyikan logo spiker pada saat mode slideshow

Start                                   : untuk bagaimana memulai audio (otomatis mulai ataukah ketika diklik)

Rewind After playing    : audio diputar berulang setelah selesai.

Jangan lupa klik Save ya agar semua perubahan yang telah ditambahkan pada slideshow Bapak/Ibu tidak hilang/terhapus.

Akhir kata:

Demikian tutorial singkat ini. Silakan Bapak/Ibu berkreasi dengan setiap menu dan submenu yang ada. Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru. Semakin banyak berlatih akan semakin menambah kecakapan Bapak/Ibu sekalian.

Ayo, pasti bisa!

Guru Agama katolik pasti bisa! 😁😊


















Minggu, 07 Februari 2021

Membuat Video Pembelajaran dengan Powerpoint yang Baik, Efektif, dan Menarik


Oleh: Jefri A. Petrus


Selamat datang di blog sederhana ini.

(Sebelum lanjut pada materi tutorial ini, Bapak/Ibu yang ingin mendapatkan materi ini dalam bentuk Word, silakan mengambilnya di SINI). 

Di masa pandemi ini, semua sekolah dituntut untuk melakukan pembelajaran secara daring atau online. Para siswa dituntut untuk belajar dari rumah saja, berbeda dengan proses belajar yang selama ini dijalani. Jika pada model pembelajaran yang lazim dijalani setiap hari siswa bertatap muka dan berinteraksi secara langsung dengan guru di kelas dan lingkungan sekolah, maka pada pembelajaran daring ini siswa dan guru hanya bisa bertemu secara virtual. Bukan dalam bentuk kehadiran secara fisik.

Bagi siswa, kendala terbesarnya mungkin saja pada ketersediaan gawai, pulsa, dan jaringan internet (terutama di daerah-daerah terluar yang tak memiliki akses pada ketiga hal tersebut). Akan tetapi bagi guru, kendala tambahannya adalah pada bagaimana mempersiapkan dan menampilkan pembelajaran yang menarik, mudah diakses, dan  mudah dimengerti oleh siswa.

Ada banyak jalan menuju Roma. Ada banyak cara merealisasikan ketakmungkinan tersebut. Salah satu caranya yaitu dengan membuat video pembelajaran.

Tetapi pertanyaan lanjutannya adalah bagaimana membuat video pembelajaran yang menarik sementara para guru sendiri tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal itu? Nah, di sinilah titik masuk dari artikel ini.

Bapak/ibu guru tidak perlu memusingkan diri untuk menimba ilmu tentang pembuatan video pembelajaran dengan menggunakan aplikasi-aplikasi rumit yang banyak tersebar di internet. Saya jamin bapak-ibu akan menghabiskan banyak waktu untuk melakukan itu. Hasilnya tentu saja akan baik dan berguna, akan tetapi tidak efektif. Mengapa demikian? Karena sesungguhnya telah tersedia aplikasi sederhana (tapi canggih) yang Bapak/Ibu miliki di laptop, hanya saja Bapak/Ibu guru tidak menyadari kehadiran aplikasi itu untuk digunakan. Namanya adalah Powerpoint.

Saya yakin Bapak/Ibu guru pasti memiliki banyak materi bahan ajar berupa Powerpoint di laptop masing-masing. Nah, di sini saya akan memberikan tips kepada Bapak/Ibu guru untuk memanfaatkan Powerpoint yang sudah dimiliki tersebut dengan cara mengubahnya menjadi video pembelajaran dengan menambahkan animasi yang bagus, keren, dan tentu saja sesuai dengan kaidah-kaidah presentasi yang baik.

Akan tetapi untuk memanfaatkan Powerpoint  kemudian mengubahnya menjadi video pembelajaran (sesuai tujuan artikel ini), Bapak/Ibu harus memiliki/menginstal setidaknya Windows 8 dan Microsoft Office 2010. Dengan kata lain, Windows 7, Windows XP, dan Office di bawah 2010 tidak bisa kita pakai untuk membuat video pembelajaran, sebaliknya Bapak/Ibu yang telah memiliki/menginstal Windows 10 dan seri Office di atas 2010 (Office 2013, Office 2016, Office 2019, dan [terutama] Office 365) akan lebih mudah membuat video pembelajaran dari Powerpoint.

Nah, karena materi yang akan kita bahas di sini adalah tentang proses mengekspor materi slideshow presentasi menjadi sebuah video, maka saya tidak akan membahas proses pembuatan materi ajar dengan Powerpoint. Saya akan membagikan tutorial itu pada kesempatan lain. Jika Bapak/Ibu ingin belajar bagaimana memasukkan/menambah Audio ke dalam Slideshow Powerpoint, silakan lihat di sini.

Tapi tenang, meski demikian, di sini saya akan memberikan sedikit informasi tambahan kepada Bapak/Ibu yang kebetulan belum memiliki materi slideshow. Informasi ini menyangkut bagaimana membuat sebuah slideshow presentasi yang baik. Tahapannya adalah sebagai berikut:

1.     Tentukan topik bahasan/materi slideshow presentasi;

2.    Tentukan tujuan materi;

3.    Buatkan materi slideshow secara ringkas;

4.    Buatkan slideshow pembelajaran yang menarik sesuai kaidah presentasi yg benar (kemenarikan desain, gambar, icon, dll.);

5.    Bila perlu, buatkan juga master slide untuk keseluruhan presentasi agar mempersingkat waktu pengerjaan desain;

6.    Buatkan script presentrasi di bagian Note;

7.    Rekam suara presentasi Anda langsung di Powerpoint. Gunakan mic yg bagus untuk menghasilkan suara yang jernih;

8.   Export file slideshow PPT ke dalam format video.

 

Berikut ini langkah-langkah pembuatan video pembelajaran dari slideshow presentasi  Powerpoint berdasarkan materi pembelajaran yang sudah Bapak/Ibu guru sediakan sebelumnya di Powerpoint. Jadi di sini saya anggap materinya telah tersedia, kita tinggal meng-export-nya menjadi sebuah video berformat untuk kemudian bisa ditransmisikan ke berbagai perangkat untuk ditonton:

1. Buka Powerpoint yang berisikan slide materi pembelajaran di laptop Bapak/Ibu.


Gambar-gambar yang digunakan di sini menggunakan tampilan Powerpoint dari Office 365.

2.    Menambahkan Transisi dan Animasi

Setelah materi terbuka, jika Bapak/Ibu ingin menambahkan transisi dan animasi untuk mempercantik tampilan materi prersentasi, silakan Bapak/Ibu mengatur Animasi dan Transisi pada Powerpoint  yang Bapak/Ibu miliki.

Untuk menambakan Animasi,  Bapak/Ibu bisa mengklik tulisan Animations di bagian atas (Menubar) kemudian silakan Bapak/Ibu memilih jenis animasi yang disukai pada bagian bawah tulisan Animations (kotak warna kuning). Perlu diingat bahwa daftar pilihan animasi ini hanya akan muncul apabila Bapak/Ibu telah mengaktifkan terlebih dahulu gambar/icon/tulisan yang berada di dalam lembar kerja dengan cara klik kiri pada mouse.


Sedangkan untuk menambahkan Transisi,  Bapak/Ibu bisa mengklik tulisan Transitions di bagian atas (Menubar) kemudian Bapak/Ibu tinggal memilih tampilan transisi yang disukai (lihat kotak berwarna kuning). Sama halnya dengan Animasi, daftar pilihan transisi ini hanya akan muncul apabila Bapak/Ibu telah mengaktifkan terlebih dahulu slide yang ingin diberi transisi (berada di sebelah kiri – lihat kotak warna hijau). Lakukan hal yang sama untuk semua slide, satu demi satu sampai selesai.


Untuk mengatur format shape, suara, durasi waktu, dan cara memulai transisinya silakan Bapak/Ibu mengaturnya di sudut kanan atas yang saya lingkari pada gambar di bawah ini.

Jika Bapak/Ibu telah selesai pengaturan animasi dan transisi, silakan di-save terlebih dahulu file slideshow-nya seperti biasa agar semua perubahan yang telah dibikin tadi tidak hilang.

3.    Membuat Notes

Notes di sini adalah catatan yang berfungsi agar Bapak/Ibu nantinya dimudahkan ketika proses perekaman berlangsung. Yang dimasukkan di Notes ini adalah semua narasi yang berkaitan dengan masing-masing slide. Cara membuat Notes: silakan letakkan kursor mouse tepat di garis batas antara Taskbar dan lembar kerja PowerPoint (seperti gambar di bawah) hingga bentuk kursor mouse berubah menjadi sebentuk garis tegak.


Setelah itu, klik kiri mouse pada garis batas tersebut lalu seret ke atas hingga muncul kotak Notes seperti gambar di bawah.


Setalah itu silakan ketikkan narasi berkaitan dengan slide tersebut.

4.    Merekam Slideshow Presentasi

Sekarang kita akan merekam semua slideshow kita dengan menambahkan audio. Caranya seperti ini: pada Menubar klik Slide Show. Akan muncul dua pilihan submenu: Record from Current Slide (yang berarti rekaman akan dimulai dari slide yang sedang aktif) dan Record from beginning (yang berarti rekaman akan dimulai dari slide pertama). Silakan Bapak/Ibu memilih salah satu.

Tampilannya akan seperti gambar di bawah ini.


Perhatikan: catatan yang telah dibuat pada kolom Notes tadi telah muncul pada bagian atas layar slideshow (jika tidak muncul, silakan klik kiri pada kolom Notes untuk memunculkannya). Ketika proses rekaman berlangsung, Bapak/Ibu tinggal saja membaca narasi dari Notes tersebut tanpa perlu menyusun lagi narasi. Dengan demikian Bapak/Ibu akan benar-benar menggunakan durasi waktu rekaman dengan efisien. Dan jangan khawatir, narasi pada Notes tersebut tidak akan muncul dalam hasil slideshow Bapak/Ibu sekalian nantinya.

Untuk memulai proses rekaman, silakan klik tombol record di sudut kiri atas. Untuk berhenti merekam, silakan klik tombol Stop di samping tombol Record. Untuk menambah efek slideshow sehingga kelihatan seperti sedang menulis di papan tulis, Bapak/Ibu bisa menggunakan Laser Pointer, Eraser, Pen, dan Highlighter yang terletak di bagian kiri bawah. Di sampingnya terdapat banyak pilihan warna untuk digunakan. Untuk berpindah dari slide satu ke slide berikutnya silakan klik segitiga kecil yang berada tepat di ujung kiri dan kanan slideshow atau bisa juga menggunakan tombol panah kiri dan panah kanan pada papan keyboard laptop.

Oh iya, jangan lupa mengaktifkan Microphone (dan Camera, jika Bapak/Ibu ingin tampil juga di dalam slideshow) di sudut kanan bawah dengan cara klik kiri pada gambar microphone dan camera.

Apabila proses rekaman telah selesai, silakan klik Stop lalu tutup layar slideshow untuk kembali ke tampilan awal. Perhatikan, akan ada logo spiker pada setiap slide/lembar kerja (seperti gambar di bawah ini) yang berarti proses rekaman telah benar dan berhasil.


 

5.    Mengekspor slideshow Presentari PPT menjadi Video

Sekarang saatnya kita mengekspor slidehow kita menjadi sebuah video pembelajaran. Caranya seperti ini (secara berurutan):

Silakan klik File, klik Export, klik Create a Video, lalu pilih resolusi video, dan silakan mengatur waktu tampilan tiap slide. Jika telah selsai, silakan klik Create video (lihat gambar di bawah – ini untuk tampilan Office 365). 

Untuk pengguna Office selain Office 365 silakan menyesuaikan ya. 😁

Ketika Bapak/Ibu mengklik Create Video (nomor 6 pada gambar di atas), maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Silakan tuliskan nama File, lalu klik Save.

Setelah itu, secara otomatis proses rendering/converting mulai. Silakan perhatikan tampilan proses rendering di bagian bawah lembar kerja Powerpoint (tepat di atas Taskbar – lihat gambar di bawah).

Cepat/lamanya proses rendering itu bergantung pada jumlah slide dan jumlah konten yang kita buat pada setiap slide.

Akhir kata

Setelah proses rendering selesai, Video Pembelajaran yang berasal dari Powerpoint pun sudah jadi (silakan buka di tempat penyimpanan yang Bapak/Ibu pilih tadi) dan bisa di-share ke channel  Youtube masing-masing, ke google classroom, atau bisa juga di-share ke aplikasi chatting yang Bapak/Ibu miliki seperti Whatsapp, Telegram, faebook, atau pun bisa dijadikan sebagai media pembelajaran di kelas. Mudah bukan?

Yuuk, selamat mencoba.

Yakin pasti bisa!

Guru Agama Katolik Digital Pasti Bisa! 😁😊






 


 


PEGUMUMAN KELULUSAN SISWA  SMA NEGERI MIOMAFFO TENGAH  TAHUN AJARAN 2021/2022 Informasi ini disampaikan kepada seluruh siswa Kelas XII SMAN ...